potona

foto ika

Add a comment Desember 23, 2009

PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI  
            Dalam dokumen Kurikulum Berbasis Kompetensi, kegiatan yang berhubung-an dengan Proses Belajar Mengajar sering diistilahkan dengan pembelajaran. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam KBK siswa harus dijadikan sebagai pusat dari kegiatan Proses Belajar Mengajar. Kegiatan Proses Belajar Mengajar dalam KBK tidak hanya  sekadar proses penyampaian materi saja, akan tetapi diselenggarakan untuk memben-tuk watak, peradaban, dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Pembelajaran perlu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pembelajaran diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar (Depdiknas, 2002). 
             Dalam implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, walaupun istilah yang digunakan “pembelajaran”, tidak berarti guru harus menghilangkan perannya sebagai pengajar, sebab secara konseptual pada dasarnya  dalam istilah mengajar itu juga ber-makna membelajarkan siswa. Mengajar belajar adalah dua istilah yang memiliki satu makna yang tidak dapat dipisahkan. Mengajar adalah suatu aktivitas yang dapat membuat siswa belajar. Ada tiga prinsip penting pembelajaran dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi.
              Pertama, proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang dapat membentuk atau mengubah struktur kognitif siswa. Tujuan pengaturan lingkungan ini dimaksudkan untuk menyediakan pengalaman belajar yang memberi latihan-latihan penggunaan fakta-fakta. Menurut Piaget, struktur kognitif akan tumbuh manakala siswa memiliki pengalaman belajar. Oleh karena itu, proses pem-belajaran menuntut aktivitas siswa secara penuh untuk mencari dan menemukan sendiri. 
             Kedua, berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari. Ada tiga tipe pengetahuan yang masing-masing memerlukan situasi yang berbeda dalam mempelajarinya. Pengetahuan tersebut adalah pengetahuan fisis, sosial, dan logika Pengetahuan fisis adalah pengetahuan akan sifat-sifat fisis dari suatu objek atau kejadian seperti bentuk, besar, berat, serta bagaimana objek itu berinteraksi satu dengan yang lainnya. Pengetahuan sosial mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Sedangkan pengetahuan logika adalah membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.  
              Ketiga, pembelajaran dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi harus melibatkan peran lingkungan sosial. Anak akan lebih baik mempelajari pengetahuan logika dan sosial dari temannya sendiri. Melalui pergaulan dan hubungan sosial, anak akan belajar lebih efektif dibandingkan dengan belajar yang menjauhkan dari hu-bungan sosial. Oleh karena, melalui hubungan sosial itulah anak berinteraksi dan berkomunikasi, berbagai pengalaman dan lain sebagainya, yang memungkinkan me-reka berkembang secara wajar. 
             Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah kurikulum yang diarahkan agar siswa mampu mengatasi setiap tantangan dan rintangan dalam kehidupan yang cepat beru-bah, melalui sejumlah kompetensi yang harus dimiliki, yang meliputi, kompetensi akademik, kompetensi okupasional, kompetensi cultural dan kompetensi temporal. Itulah sebabnya, makna belajar dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi bukan hanya mendorong anak agar mampu menguasai sejumlah materi pelajaran, akan tetapi bagaimana agar anak itu memiliki sejumlah kompetensi untuk mampu menghadapi rintangan yang muncul sesuai dengan perubahan pola kehidupan masyarakat. 
                Permasalahan selanjutnya adalah, bagaimana hakikat perubahan perilaku me-nurut konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dilihat dari bentuk dan isi Kurikulum Berbasis Kompetensi, tampak Kurikulum Berbasis Kompetensi banyak dipengaruhi oleh teori belajar behavioristik. Hal ini dapat dilihat dari kompetensi yang harus dimiliki siswa yang harus tergambarkan dalam indikator hasil belajar. Namun demikian, manakala kita lihat dari tujuan akhir yang harus dicapai, seperti yang tercantum dalam prinsip-prinsip pembelajaran, bahwa kompetensi sebagai hasil belajar itu harus tampak dalam pola perilaku sehari-hari melalui kemampuan berpikir memecahkan setiap persoalan yang muncul, maka dalam implementasinya, Kurikulum Berbasis Kompetensi juga banyak dipengaruhi oleh aliran kognitif-wholistik. Pembelajaran dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi, diarahkan siswa bukan hanya sekedar belajar memahami dan menguasai fakta dan data, akan tetapi bagaimana pro-ses pemahaman itu dilakukan oleh siswa. Dengan demikian dalam Kurikulum Ber-basis Kompetensi belajar itu dapat dianggap sebagai proses untuk mencari dan mene-mukan sendiri berbagai konsep, teori, dalil, bahkan hukum.   

Add a comment Desember 23, 2009

 

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) 

               KTSP merupakan singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah/daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik. Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus berdasarkan kerangka dasar kuriku-lum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Departe-men yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK. Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1, ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. 

              Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP merupakan hasil pengembangan/penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi agar lebih familier dengan guru, karena mereka banyak dilibatkan diharapkan memiliki tanggungjawab yang memadai. Pengembangan kurikulum yang berkelanjutan diharapkan menjadikan sistem pendidikan nasional selalu relevan dengan perkembangan da kompetitif. Penengembangan juga dilakukan terhadap struktur kurikulum yang meliputi jumlah mata pelajaran, beban belajar, alokasi waktu, mata pelajaran pilihan dan muatan lokal, serta sistem pelaksanaannya, baik sistem paket maupun sistem satuan kredit semester (SKS). Dalam KTSP, guru mempunyai peran yang sangat dominan, terutama dalam menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, tidak saja dalam program tertulis, tetapi juga dalam pembelajaran nyata di kelas. Permasalahannya yang muncul dengan pengembangan kurikukum oleh/melibatkan guru adalah bagaimana guru bisa mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam bentuk KTSP dan menerapkannya di sekolah masing-masing.   

               KTSP merupakan bentuk operasional pengembangan kurikulum dalam konteks desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah, yang akan memberikan wawasan baru terhadap sistem yang sedang berjalan selama ini. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja seko-lah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Mengingat peserta didik memilki karakteristik dan latar belakang berbeda-beda, maka sekolah harus memperhatikan asas pemerataan, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Di sisi lain, sekolah juga harus meningkatkan efisiensi, partisipasi, dan mutu, serta bertanggung jawab kepada masyarakat dan pemerintah. 

               Karakteristik KTSP bisa diketahui antara lain dari bagaimana sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan sumber belajar, profesionalisme tenaga kependidikan, serta sistem penilaian. Berdasarkan uraian di atas, dapat dikemukakan beberapa karakteristik KTSP sebagai berikut: pemberian otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan, partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi, kepemimpinan yang demokratis dan profesional, serta team-kerja yang kompak dan transparan. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendi-dikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah.

               Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki keleluasaan dalam mengelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terha-dap kebutuhan setempat. Strategi yang harus diperhatikan oleh sekolah dalam pengembangan dan pelaksanaan KTSP antara lain: menciptakan suasana yang kondusif, mengembangkan fasilitas dan sumber belajar, membina disiplin, mengembangkan kemandirian kepala sekolah, mengubah paradigma (pola pikir) guru, serta memberdayakan staf. Dalam rangka pelaksanaan hasil pengembangan KTSP, sekolah harus mengembangkan fasilitas laboratorium, pusat sumber belajar, dan perpustakaan, serta tenaga pengelola yang profesional.    

Add a comment Desember 23, 2009

Materi IPA PENGUKURAN

BAB I
PEMBAHASAN

1.1. Pengertian Pengukuran
Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Misalnya, kamu melakukan kegiatan pengukuran panjang meja dengan pensil. Dalam kegiatan tersebut artinya kamu membandingkan panjang meja dengan panjang pensil. Panjang pensil yang kamu gunakan adalah sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku. Panjang, massa dan waktu disebut besaran, sedangkan untuk satuan meter, kilogram, dan menit disebut satuan baku. Untuk pensil disebut satuan tidak baku. Cobalah cari dan sebutkan berdasarkan apa yang kamu temukan di sekitarmu besaran fisika beserta satuan baku dan satuan tidak baku!

1.2. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu.
Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok.
Besaran yang dapat diukur dan memiliki satuan disebut besaran fisika. Misalnya panjang, massa, waktu, suhu dan lain-lain. Sedangkan besaran yang tidak dapat diukur dan tidak memiliki satuan, merupakan sesuatu yang tidak termasuk besaran fisika. Contoh yang tidak termasuk besaran fisika adalah sedih, senang, kesetiaan, dll. Berdasarkan hasil konferensi umum tentang berat dan ukuran ke-14 tahun 1971 satuan dalam SI ditetapkan sebagai satuan besaran pokok di bawah ini.

Tabel 1.4 Besaran Pokok dalam Satuan Internasional

Di dalam kamar mandi sekolah terdapat bak air yang berbentuk kubus, bagaimana kamu menentukan volume bak air tersebut? Besaran dan satuan apakah yang digunakan?
Dari pertanyaan di atas tentu kamu dapat menjawabnya yaitu dengan mengalikan panjang sisi-sisinya. Jika dalam pengukuran kamu menggunakan meter sebagai satuan panjang maka satuan besaran volume adalah meter x meter x meter (m3 ). Volume termasuk besaran turunan dan m3 merupakan satuan turunan. Contoh besaran turunan antara lain volume, luas, kecepatan, gaya, dll.

1.3. Sistem Internasional
Dahulu orang biasa menggunakan jengkal, hasta, depa, langkah sebagai alat ukur panjang. Ternyata hasil pengukuran yang dilakukan menghasilkan data berbeda-beda yang berakibat menyulitkan dalam pengukuran, karena jengkal orang satu dengan lainnya tidak sama. Oleh karena itu, harus ditentukan dan ditetapkan satuan yang dapat berlaku secara umum. Usaha para ilmuwan melalui berbagai pertemuan membuahkan hasil sistem satuan yang berlaku di negara manapun dengan pertimbangan satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
1)satuan selalu tetap, artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun, misalnya suhu, tekanan dan kelembaban.
2)bersifat internasional, artinya dapat dipakai di seluruh negara.
3)mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya.
Pada tahun 1960 diresmikan satu sistem satuan yang dapat dipakai di seluruh negara (Internasional). Sistem ini disebut Sistem Internasional (SI). Satuan-satuan SI yang mempunyai syarat-syarat tersebut ditentukan dari sistem MKS (Meter sebagai satuan besaran panjang, Kilogram sebagai satuan besaran massa, Sekon sebagai satuan besaran waktu).
a. Standar untuk Satuan Pokok Panjang
Standar untuk satuan pokok panjang dalam SI adalah meter (m). Satu meter standar sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa (vakum) pada selang waktu 1/299 792 458 sekon. Satuan panjang dapat diturunkan dari satu meter standar yang telah ditentukan sebagai berikut :
a. 1 desimeter (dm) = 0,1 m = 10-1 m
b. 1 sentimeter (cm) = 0,01 m = 10-2 m
c. 1 milimeter (mm) = 0,001 m = 10-3 m
d. 1 dekameter (dam) = 10 m = 101 m
e. 1 hektometer (hm) = 100 m = 102 m
f. 1 kilometer (km) = 1000 m = 103 m
Untuk memudahkan dalam melakukan konversi satu satuan SI besaran panjang ke satuan SI lainnya dapat kita gunakan tangga satuan besaran panjang di bawah ini!

Singkatan sistem pengukuran yang lain dapat dilihat pada tabel 1.6 di bawah ini.
Tabel 1.6 Singkatan sistem pengukuran untuk satuan

Masih terdapat satuan panjang selain yang telah ditetapkan menurut SI, yaitu inci, yard dan kaki. Satuan ini dapat diubah ke satuan meter sebagai berikut :
1 inci = 3,54 x 10 –2 m
1 yard = 91,44 x 10 –2 m
1 kaki = 30,48 x 10 –2 m

b. Standar untuk Satuan Pokok Massa
Standar untuk satuan pokok massa dalam SI adalah kilogram ( kg ). Satu kilogram standar sama dengan massa sebuah silinder yang terbuat dari campuran platina-iridium. Massa standar disimpan di Sevres, Paris, Perancis. Massa satu kilogram standar mendekati massa 1 liter air murni pada suhu 4 0 C. Di dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi salah kaprah dengan massa suatu benda. Massa adalah kuantitas yang terkandung dalam suatu benda. Misalnya terdapat dua buah kantong plastik (kantong plastik A dan kantong plastik B) dengan catatan ukurannya sama. Kantong plastik A diisi penuh dengan tanah, sedang kantong plastik B diisi penuh dengan kapas. Apa yang akan kamu rasakan jika kedua kantong plastik itu diangkat? Tentu akan terjadi perbedaan. Ternyata massa sekantong tanah lebih besar daripada massa sekantong kapas. Kesalahan umum biasanya dikatakan berat sekantong tanah lebih besar dibandingkan berat sekantong kapas.
Satuan massa dapat diturunkan dari satu kilogram standar yang telah ditentukan sebagai berikut :
a. 1 ton = 1.000 kg = 103 kg
b. 1 kuintal = 100 kg = 102 kg
c. 1 hektogram (hg) = 1 ons = 0,1 kg = 10-1 kg
d. 1 dekagram (dag) = 0,01 kg = 10-2 kg
e. 1 gram (g) = 0,001 kg = 10-3 kg
f. 1 miligram (mg) = 0,000001 kg = 10-6 kg
g. 1 mikrogram (mg) = 0,000000001kg = 10-9 kg
Agar memudahkan dalam melakukan konversi satu satuan SI besaran massa ke satuan SI lainnya dapat kita gunakan tangga satuan besaran massa di bawah ini!

c. Standar untuk Satuan Pokok Waktu
Standar untuk satuan pokok waktu dalam SI adalah sekon (s). Satu sekon standar adalah waktu yang diperlukan oleh atom Cesium – 133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali. Dalam selang waktu 300 tahun hasil pengukuran dengan menggunakan jam atom ini tidak akan bergeser lebih dari satu sekon. Satuan waktu lain yang biasanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari antara lain : menit, jam, hari, minggu, bulan,tahun dan abad
1 menit = 60 sekon
1 jam = 60 menit = 3.600 sekon
1 hari = 24 jam = 1.440 menit = 86.400 sekon

1.4. Suhu dan Pengukurannya
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda .
A. Termometer
Alat yang digunakan untuk mengukur suhu benda dengan tepat dan menyatakannya dengan angka disebut termometer. Sebuah termometer biasanya terdiri dari sebuah pipa kaca berongga yang berisi zat cair (alkohol atau air raksa), dan bagian atas cairanadalah ruang hampa udara.

Termometer dibuat berdasarkan prinsip bahwa volume zat cair akan berubah apabila dipanaskan atau didinginkan. Volume zat cair akan bertambah apabila dipanaskan, sedangkan apabila didinginkan volume zat cair akan berkurang. Naik atau turunnya zat cair tersebut digunakan sebagai acuan untuk menentukan suhu suatu benda. Untuk lebih memahami prinsip kerja termometer, lakukan demonstrasi berikut ini! Panaskan air berwarna di dalam tabung sampai mendidih seperti ditunjukkan pada gambar di atas! Amati dengan teliti air berwarna tersebut. Apakah yang terjadi? Tentu tidak lama kemudian kamu akan melihat bahwa zat cair dalam pipa kaca naik mencapai titik tertentu. Perubahan volume zat cair dalam pipa dapat digunakan untuk mengukur volume. Seperti kita ketahui bahwa zat cair sebagai bahan pengisi termometer ada dua macam, yaitu air raksa dan alkohol. Nah, ternyata zat cair tersebut memiliki beberapa keuntungan dan kerugian.
1. Termometer air raksa.
Berikut ini beberapa keuntungan air raksa sebagai pengisi termometer, antara lain :
1.Air raksa tidak membasahi dinding pipa kapiler, sehingga pengukurannya menjadi teliti.
2.Air raksa mudah dilihat karena mengkilat.
3.Air raksa cepat mengambil panas dari suatu benda yang sedang diukur.
4.Jangkauan suhu air raksa cukup lebar, karena air raksa membeku pada suhu – 40 0C dan mendidih pada suhu 360 0 C.
5.Volume air raksa berubah secara teratur.
Selain beberapa keuntungan, ternyata air raksa juga memiliki beberapa kerugian, antara lain:
1.Air raksa harganya mahal.
2. Air raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah.
3.Air raksa termasuk zat beracun sehingga berbahaya apabila tabungnya pecah.
2. Termometer alkohol
Keuntungan menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer, antara lain :
1.Alkohol harganya murah.
2.Alkohol lebih teliti, sebab untuk kenaikan suhu yang kecil ternyata alkohol mengalami perubahan volume yang besar.
3.Alkohol dapat mengukur suhu yang sangat rendah, sebab titik beku alkohol –1300C.
Kerugian menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer, antara lain :
1.Membasahi dinding kaca.
2.Titik didihnya rendah (78 0C)
3.Alkohol tidak berwarna, sehingga perlu memberi pewarna dahulu agar dapat dilihat.

a. Termometer zat cair dalam gelas
Termometer ini biasanya digunakan untuk mengukur temperatur pada daerah batas pengukuran yang dipengaruhi oleh jenis zat termometrik yang berupa cairan dalam pipa kapiler. Prinsip yang dipakai adalah zat cair memuai apabila dipanaskan.

b. Termokopel
Termokopel terdiri dari dua jenis logam yang dihubungkan dan membentuk rangkaian tertutup. Besarnya aliran listrik pada kawat berubah sesuai dengan perubahan suhu. Keuntungan termokopel terletak pada kecepatan mencapai keseimbangan suhu dengan sistem yang akan diukur.
c. Termometer hambatan listrik
Dasar kerja termometer ini adalah hambatan listrik dari logam akan bertambah apabilasuhu logam tersebut naik.

d. Termometer gas volume tetap
Termometer ini terdiri dari bola yang berisi gas yang dihubungkan dengan tabung manometer. Prinsip kerjanya adalah perubahan tekanan suatu gas akibat perubahan suhu bila volumenya tetap.

B. Perbandingan Skala Termometer
Supaya suhu suatu benda dapat diukur dengan menggunakan termometer hingga diketahui nilainya, maka dinding kaca termometer diberi skala dengan cara menandai titik-titik tertentu pada kaca. Setelah itu masing-masing titik tersebut diberi angka untuk menunjukkan derajat panas atau dinginnya suatu benda. Langkah yang dipakai untuk menentukan skala suhu termometer menurut Celsius, sebagai berikut:
a.Titik tetap bawah skala Celsius (00) menggunakan suhu air yang sedang membeku (es).
b.Titik tetap atas (1000C) menggunakan suhu air yang sedang mendidih pada tekanan udara normal yaitu 1 atm.
c.Bagi jarak antara kedua titik tetap atas dan titik tetap bawah menjadi bagian yang sama (100 bagian). Hal ini menunjukkan bahwa jarak antara dua garis berurutan sama dengan 10C. Di bawah ini ditunjukkan perbandingan empat skala suhu, yaitu skala suhu Celsius, Reamur, Fahrenheit dan Kelvin.

1) Termometer Celsius
Dibuat oleh Anders Celsius dari Swedia pada tahun 1701 – 1744.
Titik tetap atas menggunakan air yang sedang mendidih (100 0C).
Titik tetap bawah menggunakan air yang membeku atau es yang sedang mencair (00 C).
Perbandingan skalanya 100.
2) Termometer Reamur
Dibuat oleh Reamur dari Perancis pada tahun 1731.
Titik tetap atas menggunakan air yang mendidih (800R).
Titik tetap bawah menggunakan es yang mencair (00R).
Perbandingan skalanya 80.
3) Termometer Fahrenheit
Dibuat oleh Daniel Gabriel Fahrenheit dari Jerman pada tahun 1986- 1736
Titik tetap atas menggunakan air mendidih (2120F).
Titik tetap bawah menggunakan es mencair (00F).
Perbandingan skalanya 180.
4) Termometer Kelvin
Dibuat oleh Kelvin dari Inggris pada tahun 1848-1954
Titik tetap atas menggunakan air mendidih (373 K).
Titik tetap bawah menggunakan es mencair (273 K).
Perbandingan skalanya 100.

1.5. Alat Ukur
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai alat ukur panjang, massa dan waktu yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Dalam bab ini akan dibahas tiga besaran pokok yaitu, panjang, massa dan waktu. Berikut dijelaskan alat ukur panjang, massa dan waktu.

1. Alat Ukur Panjang
Alat ukur panjang yang biasa dipakai antara lain mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
a. Mistar
Terdapat berbagai jenis mistar sesuai dengan skalanya di sekitar kita. Mistar dengan skala terkecil 1 mm disebut mistar berskala mm. Mistar dengan skala terkecil cm disebut mistar berskala cm. Mistar mempunyai tingkat ketelitian 1 mm atau 0,1 cm. Pembacaan skala pada mistar dilakukan dengan kedudukan mata pengamat tegak lurus dengan skala mistar yang dibaca.

b. Jangka Sorong
Jangka sorong mempunyai nonius atau vernier, yaitu skala yang mempunyai panjang 9 mm dan dibagi atas 10 bagian yang sama. Perbedaan satu bagian skala nonius dengan satu skala utama adalah 0,1 mm, sehingga tingkat ketelitian jangka sorong adalah sebesar 0,1 mm.
Bagian penting yang terdapat pada jangka sorong adalah:
1) Rahang tetap yang memiliki skala utama.
2) Rahang sorong (dapat digeser-geser) yang memiliki skala nonius.

Jangka sorong biasa digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, garis tengah bagian luar tabung, diameter bola, garis tengah bagian dalam tabung, dan dalamnya tabung.

c. Mikrometer Sekrup
Gambar 1.12 Mikrometer Sekrup Alat ukur panjang ini memiliki tingkat ketelitian yang paling tinggi yaitu sebesar 0,01 mm. Mikrometer sekrup biasa digunakan untuk mengukur benda yang sangat tipis, misalnya tebal kertas.
Cara kerja mikrometer sekrup adalah jika selubung luar dengan skala 50 diputar satu kali maka rahang geser dan selubung akan bergerak maju atau mundur. Jarak maju mundurnya rahang geser sejauh 0,5 mm/50 menghasilkan tingkat ketelitian 0,01 mm.

2. Alat Ukur Massa
Alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berbagai jenis neraca yang biasa digunakan adalah neraca batang antara lain: neraca sama lengan, neraca tiga lengan (O’hauss – 2610 dapat mengukur massa sampai 2.610 kg dengan ketelitian 0,1 gram ), neraca empat lengan (O’hauss – 311 dapat mengukur massa sampai 310 gram dengan ketelitian 0,01 gram).

3. Alat Ukur Waktu
Gambar 1.16 Stopwatch dan arloji Alat ukur waktu yang biasa dipakai adalah jam atau stopwacth. Misalkan kita mengukur selang waktu pelari 100 m menggunakan stopwatch dengan cara menekan tombol start dan menekan tombol stop pada saat finish. Kemudian kita baca waktu yang diperlukan pada stopwatch, misalnya 75,5 sekon. Stopwatch mekanis memiliki ketelitian 0,1 sekon, stopwatch elektronik memiliki ketelitian 0,001
sekon, sedangkan arloji atau jam tangan mempunyai tingkat ketelitian 1 sekon.

1.6. Pengukuran Besaran Turunan
Terdapat beberapa besaran turunan yang dapat kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain : luas, volume, kecepatan dll. Bagaimana kamu dapat menentukan dan mengukur besaran turunan? Kamu dapat melakukan pengukuran dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. Misalnya, menentukan kecepatan sepeda motor yang mempunyai satuan m/s. Kamu dapat melakukan pengukuran langsung yaitu dengan menggunakan spidometer, sedangkan pengukuran tidak langsung menggunakan rol meter untuk mengukur jarak tempuh dan
stopwatch untuk mengukur waktu tempuh. Hasil bagi antara jarak tempuh
dengan waktu tempuh menghasilkan kecepatan. Kecepatan termasuk besaran turunan karena satuannya diperoleh dari besaran pokok panjang dan waktu. Coba kamu sebutkan contoh besaran turunan yang lain dan jelaskan diperoleh dari besaran pokok apa saja!
1. Besaran Luas
Bagaimana kamu dapat menentukan luas sebidang tanah yang bentuknya bujursangkar? Tentu kamu dapat menentukannya dengan cara mengukur panjang sisi-sisinya kemudian kamu hitung dengan rumus :

2. Besaran Volume
Pernahkah kamu melakukan pengukuran volume suatu bidang berbentuk kubus? Tentu kamu dapat melakukannya yaitu dengan cara mengukur panjang sisi-sisinya kemudian kamu hitung dengan rumus:

Add a comment November 12, 2009

Materi Tumbuhan mata pelajaran IPA Kelas 4

BAGIAN TUBUH TUMBUHAN

Tumbuhan tersusun atas akar, batang, daun, bunga, buah , dan biji.

A. AKAR
Merupakan bagian tanaman yang menembus tanah/tumbuh di dalam tanah.

Gambar penampang akar

Bagian-bagian akar :
1.Tudung akar  bagian akar yang berfungsi melindungi akar saat menembus tanah.
2.Rambut akar  bagian akar yang merupakan jalan masuk zat hara dan air dari tanah.

Fungsi akar :
1.Menyerap zat hara dan air dari dalam tanah.
2.Memperkokoh berdirinya tumbuhan.
3.Sebagai alat pernafasan.
4.Sebagai tempat cadangan makanan.

Macam-macam akar :
1.Akar Serabut
Berbentuk anyaman akar mirip benang yang tumbuh menyebar di bawah permukaan tanah.
Bagian ujung dan pangkal akar berukuran hampir sama besar.
Umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil.
Contohnya pada tanaman padi, jagung, dan rumput-rumputan.

Gambar akar serabut
2.Akar Tunggang
Terdiri dari satu akar yang tumbuh vertikal menembus tanah.
Mempunyai akar pokok yang bercabang-cabang menjadi bagian-bagian kecil.
Umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil.
Contohnya pada tanaman mangga, jambu, jati, mahoni, kacang-kacangan.

Gambar akar tunggang
3.Akar Gantung
Akar yang tumbuhan dari bagian-bagian tumbuhan di atas tanah.
Akar tersebut menggantung di udara.
Contohnya pada pohon beringin.

Gambar akar gantung
4.Akar Pelekat
Merupakan bagian akar yang berfungsi untuk menempel pada kayu atau tembok.
Contohnya pada lada, sirih, anggrek.

Gambar akar pelekat

5.Akar Nafas
Merupakan akar yang tumbuh tegak lurus ke atas sehingga muncul dari permukaan tanah atau air.
Merupakan cabang-cabang akar.
Contohnya pada kayu api

Gambar akar nafas

6.Akar Tunjang
Merupakan akar yang tumbuh dari bagian bawah tanah ke segala arah seakan-akan menunjang batang agar tidak rebah.
Contohnya pada bakau, pandan

Gambar akar tunjang

B. BATANG
Merupakan bagian tumbuhan yang tumbuh menjulang di permukaan tanah. Umumnya berbentuk bulat, berwarna coklat. Permukaannya ada yang kasar, berbulu dan ada yang licin.

Fungsi batang :
1.Sebagai alat penopang tumbuhan.
2.Mengangkut air dan mineral dari akar ke daun untuk proses fotosintesis.
3.Mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tanaman.
4.Sebagai tempat cadangan makanan.

Pada batang terdapat :
1.Kambium  bagian di dalam batang yang hanya dimiliki oleh tumbuhan berkayu.
2.Pembuluh kayu (xylem)  mengangkut zat hara dan air dari akar ke daun.
3.Pembuluh tapis (ploem)  mengangkut hasil fotosistesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
4.Lentisel  pori-pori pada kulit batang yang berfungsi untuk pernafasan.

Jenis-jenis batang :
1.Batang Basah  batang yang lunak dan besar contohnya pada bayam, kaktus.

Gambar tumbuhan batang basah
2.Batang Berkayu  batang yang mempunyai kambium contohnya pada jati, mangga, jambu.

Gambar tumbuhan batang berkayu
3.Batang Beruas  batang yang mempunyai ruas-ruas yang nyata dan sering berongga contohnya pada padi, rumput, jagung.

Gambar tumbuhan batang beruas
4.Batang Semu  contohnya pada pisang.

Gambar tumbuhan batang semu

DAUN
Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berwarna hijau.

Fungsi daun :
1.Sebagai tempat pemasakan makanan.
2.Sebagai tempat pernafasan.
3.Sebagai tempat proses penguapan air (transpirasi).
4.Sebagai alat perkembang biakan misalnya pada cocor bebek.

Pada daun terdapat :
1.Kloroflas  butir-butir hikau daun yang berbentuk bulat dan besar di seluruh bagian daun.
2.Klorofil  zat hijau daun yang memberi warna hijau pada tumbuhan.
3.Stomata  mulut daun yang berfungsi untuk pernafasan.

Berdasarkan helai daun, daun dibagi menjadi :
1.Daun tunggal  jenis daun yang hanya memiliki satu helai daun pada tangkainya.
2.Daun majemuk — jenis daun yang memiliki beberapa helai daun pada tangkainya.

Berdasarkan tulang daun, daun dibagi menjadi :
1.Tulang daun menyirip yaitu bentuk susunan tulang daun yang berbentuk seperti sirip ikan. Contohnya pada mangga, rambutan, nangka.

Gambar tulang daun menyirip

2.Tulang daun menjari yaitu bentuk susunan tulang daun yang berbentuk seperti susunan jari-jari tangan. Contohnya pada pepaya, singkong.

Gambar tulang daun menjari
3.Tulang daun melengkung yaitu bentuk susunan tulang daun yang berbentuk seperti garis-garis lengkung. Contohnya pada sirih.

Gambar tulang daun melengkung
4.Tulang daun sejajar yaitu bentuk susunan tulang daun yang berbentuk seperti garis-garis lurus yang sejajar. Contohnya pada tebu, jagung, padi.

Gambar tulang daun sejajar

C. BUNGA
Merupakan bagian tumbuhan yang akan menjadi buah. Biasanya berwarna indah dan berbau harum.

Fungsi bunga :
1.Sebagai alat perkembangbiakan melalui proses penyerbukan.
2.Untuk menarik serangga yang akan membantu proses penyerbukan.

Bagian-bagian bunga :
1.Tangkai bunga  bagian bunga yang menguhubungkan bunga dengan batang.
2.Kelopak bunga  bagian bunga yang membungkus bunga saat bunga belum mekar.
3.Mahkota bunga  bagian bunga yang merupakan perhiasan bunga yang memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam.
4.Benang sari  alat kelamin jantan terdiri dari tangkai sari, kepala sari dan serbuk sari.
5.Putik  alat kelamin betina terdiri dari tangkai putik dan kepala putik.

Berdasarkan ada tidaknya bagian-bagian bunga, bunga dibagi menjadi :
1.Bunga lengkap  memiliki semua bagian-bagian bunga.
2.Bunga tidak lengkap  tidak memiliki semua bagian-bagian bunga.

Berdasarkan ada tidaknya benang sari dan putik, bunga dibagi menjadi :
1.Bunga sempurna  bunga yang memiliki putik dan benang sari (bunga hermaprodit).
2.Bunga tidak sempurna  bunga yang hanya memiliki putik saja, atau benang sari saja, atau tidak memiliki putik dan benang sari.

Bunga jantan : bunga yang hanya memiliki benang sari.
Bunga betina : bunga yang hanya memiliki putik.

D. BUAH dan BIJI
Buah merupakan bagian tumbuhan yang berasal dari bunga atau putik. Buah biasanya berbiji.

Gambar bagian-bagian buah dan biji

Bagian-bagian buah :
1.Kulit buah  bagian dari buah yang merupakan lapisan paling luar.
2.Daging buah  bagian dari buah yang biasanya dimakan.
3.Biji  isi buah yang terdapat di tengah-tengah dan bila ditanam dapat tumbuh.
Fungsi buah :
1.Melindungi biji.
2.Sebagai tempat cadangan makanan.

Biji merupakan isi buah yang terdapat di tengah-tengah buah dan bila ditanam dapat tumbuh.

Fungsi biji :
Sebagai alat perkembang biakan secara generatif.

Bagian-bagian biji :
1.Kulit biji  bagian dari biji yang merupakan lapisan paling luar.
2.Kotiledon  tempat cadangan makanan.
3.Lembaga  bakal tumbuhan baru

Macam-macam biji :
1.Biji terbuka  biji tidak dibungkus daun buah atau bakal buah. Contohnya belinjo, pakis haji.
2.Biji tertutup  biji terletak pada daging buah. Contohnya mangga, pepaya, durian.

Biji tertutup terdiri dari :
1.Monokotil  biji berkeping satu. Contohnya padi, jagung.
2.Dikotil  biji berkeping dua. Contohnya kacang-kacangan.

Add a comment November 12, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 komentar Oktober 18, 2009

Halaman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Desember 2014
S S R K J S M
« Des    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.